var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, halaman_bernomor: { //Halaman Bernomor di Homepage pakai: true, tampilan_per_halaman: 6, tampilan_nomor_navigasi: 2, firstText: 'First', lastText: 'Last' } };

Pengertian WASTE Dalam Industri

Posting Komentar

pengertian waste dalam industri
Add caption

Hallo sobat jurtif, bagaimana kabar kalian semua ? semoga selalu sehat ya ...
Oh iya apaka sobat sedang mencari pengertian waste ? kalau memang benar, berarti sobat ada ditempat yang tepat. Pada artikel kali ini mimin akan membahas seringkas dan selengkap mungkin tentang waste terutama dalam industri

Sebelum menuju isi artikel, sobat perlu tahu bahwa isi artikel yang mimin publish iini sudah mimin parafrase (menganti dengan bahasa sendiri) untuk menghindari plagiarism. 

Pengertian Waste

  • Formoso
    Waste merupakan pemborosan atau kerugian dari sumber daya (waktu, material, tenaga kerja, peralatan, modal) yang disebabkan oleh kegiatan yang membutuhkan biaya secara langsung atau tidak langsung, tetapi tidak menambahkan nilai pada produk (Formoso, 2002).
  • Womack dan Jones
    Waste merupakan aktivitas manusia yang menggunakan sumber daya dalam jumlah tertentu, namun tidak memberikan nilai tambah pada produk. Aktivitas ini terdiri dari kesalahan yang harus diperbaiki, hasil produksi yang tidak sesuai, proses pengolahan yang tidak diperlukan, penggunaan tenaga kerja yang tidak perlu, dan waktu menunggu dari proses lain.

Dari beberapa pendapat ahli dapat kita simpulkan bahwa waste merupakan “sampah” atau hal-hal yang tidak berguna dan tidak bermanfaat yang menyebabkan pemborosan. Berkaitan dengan produksi, waste merupakan setiap kegiatan yang menggunakan sumber daya namun tidak sesuai standar dan tidak efisien.

Kategori Waste

Menurut Taichi Ohno (1998), waste terbagi menjadi 7 kategori. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Waste of waiting (menunggu)
    Proses menunggu termasuk pemborosan dikarenakan operator atau mesin tidak melakukan pekerjaan. Menunggu dapat dikarenakan proses yang tidak seimbang kemampuan kerja antara mesin atau pekerja, kerusakan mesin, dan kurangnya supply komponen sehingga work station setelahnya harus menunggu hasil kerja dari work station sebelumnya.
  • Waste of overproduction (produksi berlebih)
    Produksi yang berlebihan termasuk waste baik berbentuk produk jadi ataupun produk setengah jadi yang tidak termasuk pesanan dari konsumen. Overproduction dapat disebabkan oleh waktu setup mesin yang lama, kualitas komponen rendah, dan kurangnya pemahaman “just in case”.
  • Waste of overprocessing (proses berlebih)
    Proses tidak selalu memberi nilai tambah pada produk, dan proses yang tidak memberi nilai tambah ini disebut waste. Contoh dari proses ini adalah proses yang harus diulang-ulang karena kurangnya keterampilan operator, proses inspeksi yang berulang berulang, dan proses pembersihan yang terlalu sering dilakukan. Konsumen menginginkan produk berkualitas sehingga perusahaan harus dapat menjamin kualitas tersebut dari proses pembuatannya.
  • Waste of defect (cacat)
    Cacat produk merupakan waste, sehingga perlu dilakukan perbaikan produk dan mengulang kembali proses pembuatan atau bahkan harus mengganti dengan produk yang lain karena tidak ada waktu untuk produksi ulang. Produk yang cacat akan memberikan kerugian pada perusahaan yang menyebabkan harus ada biaya tambahan.
  • Waste of motion (gerakan)
    Gerakan yang tidak diperlukan dalam pengerjaan produk adalah waste dikarenakan tidak memberi nilai tambah pada produk. Beberapa contoh dari waste of motion adalah Gerakan mencari, meraih, membungkuk, dan lainnya yang menyebabkan waktu kerja operator lebih lama.
  • Waste of inventory (inventori)
    Inventori yang terlalu banyak adalah waste baik berupa produk jadi atau produk setengah jadi. Hal ini dapat terjadi dikarenakan terlalu banyak bahan baku namun tidak diikuti dengan kecepatan produksi sehingga menjadi barang tersimpan digudang sehingga memerlukan biaya tambahan untuk pengelolaan gudang.
  • Waste of transportation (perpindahan)
    Perpindahan dapat menjadi waste apabila jarak yang harus ditempuh terlalu jauh dan memakan banyak waktu. Pemborosan perpindahan dapat terjadi dikarenakan tata letak pabrik yang buruk,, kurangnya pengorganisasian tempat kerja, dan stidak adanya fasilitas pendukung transportasi.

Faktor Penyebab Waste

Menurut Alwi (2002), faktor penyebab waste terbagi menjadi enam faktor yang terdiri dari manusia, manajemen, desain dan dokumentasi, material, pelaksanaan, dan eksternal. Setiap faktor termasuk kedalam 3 kategori yaitu :

  • Poor condition of something (equipment, material, environment).
  • A lack of doing something (mehods, ineffective, misuse).
  • Poor condition of human resource (behavior, skills, qualifications, experience).

Nah itulah penegrtian waste dalam industri yang mimin ringkas sejelas mungkin, semoga sobat dapat memahaimnya dengan baik. Artikel tentang waste yang mimin tulis masih bersifat umum, jadi mungkin kedepannya mimin akan membahas waste di berbagai bidang. 

Mungkin hanya ini yang mimin bahas pada artikel 2 rekomendasi website penerjemah online gratis terbaik, mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan semoga dapat bermanfaat untuk sobat semua. Terima kasih atas kunjungan sobat ke blog mimin, kalau sobat punya kritik dan saran silahkan sobat tulis disini.

Tif
Pepatah mengatakan membaca adalah jembatan ilmu. Mimin juga memiliki prinsip dimana tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain rasa penasaran yang terpuaskan. Semoga artikel yang mimin posting dapat bermanfaat untuk sobat.

Related Posts

Posting Komentar