var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, halaman_bernomor: { //Halaman Bernomor di Homepage pakai: true, tampilan_per_halaman: 6, tampilan_nomor_navigasi: 2, firstText: 'First', lastText: 'Last' } };

Industri: Pengertian, Klasifikasi, Tujuan - LENGKAP 2020

Posting Komentar

Hallo sobat jurtif, bagaimana kabar kalian semua ? semoga selalu sehat ya ...
Oh iya apa sobat sedang mencari materi seputar industri ? Kalau memang benar, berarti sobat ada ditempat yang tepat. Pada artikel kali ini mimin akan membahas secara ringkas dan jelas tentang 'industri'.
Sebelum menuju isi artikel, sobat perlu tahu bahwa isi artikel yang mimin publish iini sudah mimin parafrase (menganti dengan bahasa sendiri) untuk menghindari plagiarism.

1. Pengertian Industri

Secara singkat industri adalah proses merubah input (bahan baku) menjadi output (produk) dengan metode (proses) yang sudah ditetapkan. Selain itu industri sendiri memiliki beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli, tapi disini mimin akan memilih beberapa pengertian yang mimin rasa cukup jelas dan mudah dipahami. Adapun beberapa pengertian industri menurut para ahli adalah sebagai berikut.

  1. UU Nomor 5 Tahun 1984 mengenai Perindustrian
    Industri ialah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi menjadi barang yang memiliki nilai tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
  2. Hasibuan
    Industri mencakup makna yang luas baik dilingkup makro maupun mikro. Pada lingkup mikro industri merupakan perusahaan yang melakukan produksi produk homogen, sedangkan pada lingkup makro industri merupakan kegiatan ekonomi untuk mencipatakan nilai tambah.
  3. George T. Renner
    Industri merupaan kegiatan manusia dalam sektor ekonomi produksif atau pada sektor untuk memproduksi barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan.
  4. I Made
    Industri merupakan proses pengolahan bahan mentah atau setengah jadi secara bersamaan dengan jumlah sebanyak mungkin untuk menurunkan ongkos produksi sehingga harga produk lebih murah.

1.1 Klasifikasi Industri

  1. Berdasarkan Jumlah Pekerja
    Berdasarkan jumlah pekerja, industri terbagai menjadi tiga kategori yang terdiri dari industri besar yang memiliki jumlah pekerja minimal 100 orang, industri sedang yang memiliki jumlah pekerja minimal 20 orang dan maksimal 99 orang, dan indusrtri kecil yang memiliki jumlah pekerja minimal 5 orang dan maksimal 19 orang.
  2. Berdasarkan Aset Dimiliki
    Berdasarkan asset dimiliki, industri terbagi menjadi dua kategori yang terdiri dari industri perusahaan besar yang memiliki asset minimal 600 juta rupiah (tidak termasuk nilai tanah dan bangunan), dan indsutri perusahaan kecil yang memiliki asset dibawah 600 juta rupiah (tidak termasuk nilai tanah dan bangunan).
  3. Berdasarkan Bahan Baku
    Berdasarkan bahan baku, industry terbagi menjadi tiga kategori yang terdiri dari industry ekstraktif yang merupakan industry yang berbahan baku dari alam (pertanian, perikanan, hasil hutan), industry nonekstraktif yang merupakan industry yang mengolah bahan setengah jadi dari industry lain (kayu lapis, kain), dan indusrti fasilitatif yang merupakan industry yang menyediakan jasa layanan.
  4. Berdasarkan Produksi yang dihasilkan
    Berdasarkan produksi yang dihasilkan, industry terbagi menjadi tiga kategori yang terdiri dari industry primer yang merupakan industry produsen produk siap konsumsi (makanan, minuman), industry sekunder yang merupakan industry produsen produk setengah jadi (benang, karet, baja), dan industry tersier yang merupakan industry yang memberikan layanan jasa.
  5. Berdasarkan Bahan Mentah
    Berdasarkan bahan mentah, industry terbagi menjadi tiga kategori yang terdiri dari industry pertanian yang merupakan industry pengolah hasil pertanian (kopi, teh), industry pertambangan yang merupakan industry pengolah hasil pertambangan mentah (batu bara, minyak, timah), dan industry jasa yang merupakan industry yang memberikan layanan jasa (angkutan).
  6. Berdasarkan Proses Produksi
    Berdasarkan proses produksi, industry terbagi menjadi dua kategori yang terdiri dari industry hulu yang merupakan industry yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi (baja, kayu, alumunium), dan industry hilir yang merupakan industry yang mengolah bahan setengah jadi menjadi produk jadi (mebel, konveksi).
  7. Berdasarkan Produk yang Dishasilkan
    Berdasarkan produk yang dihasilkan, industry terbagi menjadi dua kategori yang terdiri dari industry berat yang merupakan industry yang menghasilkan alat produksi yang digunakan untuk kegiatan produksi, dan industry ringan yang merupakan industry yang menghasilkan produk siap konsumsi.
  8. Berdasarkan Lembaga Pengelola
    Berdasarkan Lembaga pengelola, industry terbagi menjadi dua kategori yang terdiri industry rakyat yang merupakan industry yang dimiliki dan dikelola oleh rakyat (swasta), dan industry negara yan gmerupakan industry yang dimiliki dan dikelola negara (BUMN).

1.2 Tujuan Pembangunan Industri

Pembangunan industry di Indonesia pasti memiliki tujuan dan manfaat bagi orang-orang disekitarnya. Adapun tujuan pembangunan industry adalah sebagai berikut.

  • Menciptakan dan membuka lapangan pekerjaan.
  • Memperkuat dan membangun struktur ekonomi nasional.
  • Menghemat devisa negara dan menambah pemasukan negara.
  • Memenuhi kebutuhan masyarakat atau perusahaan.

Selain itu untuk membangun suatu industry dibutuhan beberapa persyaratan utama. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Memiliki modaluntuk mendirikan industri.
  • Memiliki supplier untuk bahan baku dan bahan setengah jadi yang menunjan g proses produksi.
  • Ketersediaan tenaga kerja yang mumpuni.
  • Memiliki strategi pengolahan produk dan pemasaran produk yang baik.
  • Situasi politik yang mendukung perkembangan industri.

DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Malayu S.P.. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.
Agustina, I Made dan I Nengah Kartika. 2017. Pengaruh Tenaga Kerja, Modal dan Bahan Baku Terhadap Produksi Industri Kerajinan Patung Kayu di Kecamatan Tegallalang. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana.Vol.6, No.7, Hal.1302-1331.

Mungkin hanya ini yang mimin bahas pada artikel kali ini, mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan semoga dapat bermanfaat untuk sobat semua. Terima kasih atas kunjungan sobat ke blog mimin, kalau sobat punya kritik dan saran silahkan sobat tulis disini.

Tif
Pepatah mengatakan membaca adalah jembatan ilmu. Mimin juga memiliki prinsip dimana tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain rasa penasaran yang terpuaskan. Semoga artikel yang mimin posting dapat bermanfaat untuk sobat.

Related Posts

Posting Komentar